BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
1. Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt
yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia
mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa
membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih
perbuatan mana yang baik positif atau buruk negatif buat diri kita sendiri.Dan
manusia tidak bisa hidup sendiri,maka manusia bisa disebut dengan makhluk social.
2. Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada
situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya
bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan
kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu
mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung
kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
B. Rumusan Masalah
1. Konsep Manusia
2. Konsep Keindahan
C. Manfaat Dan Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu Manusia dan Keindahan
2. Mengetahui apa arti dari Manusia dan keindahan
3. Mengetahui Konsep dari Manusia dan Keindahan
BAB II
PEMBAHASAN
1. 1. Konsep Manusia
Istilah
manusia di dalam filsafat timur Islam disebut dengan al-Bashar yang menunjukkan
bahwa manusia adalah makhluk fisik yang membutuhkan makan dan minum. Istilah
lain yaitu al-Insan yang menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan berfikir
dan mengetahui hal yang benar dan yang salah. Sedangkan pengertian dari an-Nas
menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
Di dalam hal ini Nurcholish Madjid menekankan manusia lebih kepada istilah
al-Insan, sebab manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi
derajatnya, sebab manusia dikaruniai akal oleh Allah. Maka dari itu manusia
dibebani tanggungjawab menjalankan amanah untuk menjadi khalifah Allah di bumi
ini.
2. 2. Konsep Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah,
artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang
mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia,
rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebaginya. Mengenai
batasan keindahan pada umumnya dapat digolongkan pada 2 kelompok, yaitu:
1. Definisi-definisi yang bertumpu pada
obyek (keindahan yang obyektif )
keindahan
obyektif ialah keindahan yang memang ada pada obyeknya yang dapat dilihat,
diraba, dan dirasa dan benar-benar nyata keberadaannya, yang diharuskan
menerima sebagaimana mestinya.
2. Definisi-definisi yang bertumpu pada
subyek (keindahan yang subyektif).
keindahan
subyektif, adalah keindahan yang biasanya dirasa dari segi subyek yang tidak
dapat dilihat, tidak dapat diraba, namun dapat dirasakan dengan cara
menghayatinya dalam hati, contoh dari keindahan ini adalah sikap yang
ditimbulkan oleh seseorang. Dalam hal ini keindahan adalah segala sesuatu yang
dapat menimbulkan rasa senang, suka, dan menambah penilaian yang tinggi
terhadap sesuatu yang dilihat dan dirasa pada diri si penghayat tanpa diiringi
keinginan-keinginan terhadap segala sesuatu yang praktis untuk
kebutuhan-kebutuhan pribadi.
3. 3. Hubungan Manusia Dan Keindahan
Hubungan
manusia dan keindahan adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki
ketika manusia itu dilahirkan. Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia
itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan
sesuatu yang disebut dengan keindahan.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendapat saya mengenai
hubungan antara manusia dan keindahan yaitu pada dasarnya keindahan yang dapat
dirasakan setiap manusia berbeda-beda tergantung dari pandangan manusia itu
sendiri akan suatu hal yang dapat
membuatnya merasa tentram dan nyaman. hal yang membuat pandangan dari
masing-masing manusia berbeda-beda yakni kadar pengetahuan manusia itu sendiri
akan nilai keindahan.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://repository.uin-suska.ac.id/3973/4/BAB%20III.pdf
2. https://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/manusia-dan-keindahan/
3. http://buratna.blogspot.com/2018/08/konsep-keindahan.html
Komentar
Posting Komentar